Syair Ratapan untuk Syeikh Muhammad Ali al-Shobuni

0
314

مرثاة في فقيد الشيخ العلامة محمد علي الصابوني

للحبيب أبو بكر العدني المشهور

مَفْجُوعَةٌ حَمَلَتْ أَسْمَالَ عِزَّتِها # تَبْكي الإِمامَ الِّذيِ في عَصْرِنا عَلَمُ

سَأَلْتُ ما بَالُها حَسْنَاءَ قَدْ بَرَزَتْ # شعثاءَ قالوا عَراها حَادِثٌ ألَمُ

تَيَتَّمَ العِلْمُ مِنْ حَيْثُ ابتَدا سَلَفاً # كما تَرَمَّلَتِ الأَوْرَاقُ والقَلَمُ

إِمامُنا شَيْخُنا مَنْ لا مَثِيلَ لَهُ # مُحَمَّدٌ مِنْ بني (الصّابُونِ) يَتَّسِمُ

بِإِسْمِهِ قَبَسُ التَّطْهِيرِ مُنْدَمِجٌ # حَتّى غَدا شَرَفاً صَابونَ مَنْ عَلِمُوا

إِمامُنا الجَامِعُ الفَذُّ الّذي مَلَأَتْ  # آثارُهُ الأَرْضُ فهو الفَيْصَلُ الحَكَمُ

عُلُومُ آياتِ رَبّي صَاغَ جَوْهَرَها # بَسْطاً يُعَانِقُهُ التَّوْفِيقُ وَالشِّيَمُ

وَسُنَّةُ المُصطفى مِنْ حَيثُما قُرِئَتْ # أَعَادَ خِدْمَتَها شَرْحاً لِمَنْ وَهِمُوا

طَابَتْ بِصُحْبَتِهِ أَنفاسُ مَنْ أَخَذُوا # عَنْهُ المَعَارِفَ فَاسألْ مَنْ لَهُ لَزِمُوا

مُجَاهِداً في سَبِيلِ اللهِ ما فَتِئَتْ # فُتُوحُهُ في صُنُوفِ العِلْمِ تَنْتَظِمُ

قَضى الحياةَ احتِساباً لا يُماثِلُهُ # إلا رِباطٌ على ثَغْرٍ بِهِ ازدَحَمُوا

رُحماكَ رَبّي وَقَدْ مَتَّعْتَهُ زَمناً # عُمْراً فباهَى بهذا العُمْرِ مَنْ قَدَمُوا

أَكْرِمْهُ رَبّي بدارِ الخُلْدِ فَهْوَ لها # أَهْلٌ وفي جَنَّةِ الفِرْدَوْسِ يَنْسَجِمُ

وَاخْلُفْهُ في أُمَّةِ القُرآنِ مُجْتَهِداً # مِنْ مِثْلِهِ صالِحاً في العَصْرِ يُغْتَنَمُ

فَالعَصْرُ أَودَى بِأَهْلِ الدِّينِ مَحْرَقَةً # وَقُودُها فِتْنَةُ القُرّاءِ حَيْثُ هَمَوْا

حُرْقُوصُ بَاتَ قَرِيباً مِنْ مَنازِلِنا # وَذُو الثُّدَيَّةِ في الأوطانِ يَنْتَقِمُ

والحَقُّ مُنْكَتِمٌ في صَدْرِ مَنْ ظُلِمُوا # عَبْرَ الزَّمَانِ وَكَمْ مِنْ قَبْلِنا كَتَمُوا

لولا الجُهُودُ الّتِي قَامَتْ عَلى مَضَضٍ # بِمَنْ فَقَدْنَا وَمِنْ أَمْثَالِهِ قِمَمٌ

لَكَانَ دِينُ الهُدى مِنْ صِنْفِ ما صَنَعُوا # سُوقاً وَبُوقاً وَوَزْنُ القَوْمِ سُوقُهُمُ

تَفَاقَمَ الإِفْكُ حَتّى طالَ مَدْرَسَةً  # قَامَتْ على الحَقِّ والأَثْبَاتُ تُتَّهَمُ

لا بَارَكَ اللّهُ دُنيا قَدْ تُفَرِّقُنا # ولا بِإِيوانِ حُكْمٍ فِيهِ نَنْقَسِمُ

تَبَارَكَ العِلْمُ في جِيلٍ نُؤَمِّلُهُ # مِمَّنْ لَهُمْ شَرَفُ التَّسْلِيكِ مُنْذُ نَمَوْا

لا والّذي بَرَأَ الأَكْوَانَ ما صَلَحَتْ # أَرْضٌ بِهَرْجٍ ولا مَرْجٍ وَإِنْ حَكَمُوا

وَإِنّمَا حَضَرَتْ أَشْرَاطُ سَاعَتِنا # وَخَيْرُ مَالِ الفَتى في عصرِنا الغَنَمُ

فَالشّامُ تَرْجُفُ بالأشلاءِ مُتْخَمَةٌ # وَمَاءُ دِجْلَةَ في أعمَاقِهِ الرِّمَمُ

وَمِصْرُ واليَمَنُ المَيْمُونُ مُضْطَرِبٌ # وَمَغْرِبُ الوَطَنِ المَفْجُوعِ يَنْهَدِمُ

دَعْ عَنْكَ لَوْمِي إذا ما لُمْتَنِي شَطَطاً # فَأَصْدَقُ القَوْلِ في الأَزْمَانِ يَنْكَتِمُ

والعِلْمُ عِلْمَانِ عِلْمٌ فِيهِ مَصْلَحَةٌ  # وآخَرٌ بِمَعِينِ الصِّدْقِ يَلْتَئِمُ

رَبّاهُ هذا زمانٌ حَارَ وَاصِفُهُ # بِنارِ إِبْلِيسَ في الآفاقِ تَضْطَرِمُ

مَنْ لِلشُّعُوبِ إذا ما اختَلَّ حَاضِرُها # ذَمّاً وَدَمّاً وَسَادَ الظُّلْمُ والظُلَمُ

إِلاّكَ يا كَاشِفَ الضَّراءِ أَنْتَ لها  # فَاكْشِفْ وَسَامِحْ وَأَنْتَ الفَيْصَلُ الحَكَمُ

وَالخَتْمُ بِالمُصْطَفى طَه الّذي عَبَقَتْ # أَنْفَاسُهُ في الوَرى دِيناً لَهُ احتَكَمُوا

وَالآلِ وَالصَّحْبِ ما حَنَّتْ مُطَوَّقَةٌ # لِإِلْفِها وكذا ما انهَلَّتِ الدِّيَمُ

 

Syair Ratapan untuk Syeikh Muhammad Ali al-Shobuni

Karya Habib Abu Bakr al-Adni al-Masyhur

Seorang berduka yang membawa sapu tangan kebanggaannya

Menangisi seorang Imam yang terhormat pada zaman kita ini

Saya bertanya kebaikan apa yang tampak padanya

Yang mengalir, mereka mengatakan dia tersakiti oleh tragedi pilu

Ilmu pengetahuan menjadi yatim ditinggal mereka para pendahulu

Seperti kertas dan pena yang menjanda

Imam kami, syekh kami, sosok yang tiada bandingan

Beliau Muhammad dari keturunan bani Shobun

Dengan namanya cahaya suci menjadi padu

Hingga kelak menjadi kehormatan bagi keturunnan Ṣābuni yang tahu

Imam pemersatu kita, yang jejak peninggalannya memenuhi bumi

Adalah sosok yang adil dan bijak

Karakternya terbentuk dari al-QuranBetapa luasnya dengan diliputi taufiq dan pesona

Hadist Nabi di mana pun dikajiDia khidmahkan dirinya dengan menjelaskannya kepada yang tak paham

Bahagilah jiwa-jiwa yang belajar darinya

Karena dia wadah ilmu tempat bertanya bagimu yang ragu

Menjadi  pejuang di jalan Allah, selamaKefutuhannya pada disiplin-disiplin keilmuan yang ia ajarkan Dia menghabiskan hidup tak terhitung waktuHanya untuk teguh mengajar kepada banyaknya penuntut ilmu

Kasih sayang-Mu, Tuhan, telah Kaulimpahkan padanya sepanjang waktuDengan kebanggaan para pendahulu

Wahai Tuhanku, muliakanlah dirinya di akhirat sana

Penghuni surga firdaus yang pantas untuknya

Datangkanlah sosok pejuang bagi umat Muhammad Sosok saleh sepertinya di masa mendatang

Zaman hancur terbakar ditinggal para ahli agama.Bahan bakarnya adalah fitnah para pembaca yang tak mengetahui apa-apa.

Ujung cambuk mengintai kitaMilik mereka yang mendendam pada tanah kita

Sedangkan kebenaran tersembunyi di dalam dada orang-orang yang dianiayaMelintasi waktu dan betapa banyaknya para pendahulu membisu

Kalau bukan karena segenap upaya yang diperjuangkanMereka yang telah merampas kita dan keutamaan-keutamaannya akan bangkit

Agama petunjuk menjadi jenis yang mereka buatMenjadi perniagaan, gurauan, dan kepentingan bagi mereka yang meniagakannya

Kebohongan itu merajalela dan menodai aliran Mengatasnamakan kebenaran dengan membuat cerai berai

Tuhan tidak memberkati dunia yang telah memisahkan kitaDan tidak pula dengan rumah-rumah besar yang kita di dalamnya kita buat aturan

Diberkatilah ilmu pada generasi yang kita harapkan Dari mereka yang diliputi kemuliaan sejak mereka tumbuh

Tidak, Demi dzat yang menyembuhkan duniaDunia ini sedang tidak baik-baik saja jika kamu menilai Dan sesungguhnya tanda-tanda akhir dari masa kita telah munculDan harta terbaik dari seorang pemuda pada masa ini adalah bersatu seperti sekawanan kambing

Negeri Syam menggigil dan sakit sebab kehilangan bagiannya.Dan air sungai Tigris, yang dalamnya adalah pasir

Mesir dan Yaman yang tenteram sedang bergolakDan negara Maghrib yang memilukan sedang diruntuhkan

Maafkan aku jika kamu menyalahkanku

Maka kata yang paling benar pada waktunya akan dibungkam

Ilmu itu dua, pertama, yang didalamnya terdapat kebaikan.

Dan kedua, sebuah kebenaran yang menyembuhkan

Ya Tuhanku, ini adalah zaman yang sangat membingungkanMemanas dengan api iblis di cakrawala dengan menyala

Apa yang dapat diharapkan bagi bangsa jika penduduknya saja kacaudengan fitnah dan darah, dan kegelapan serta penindasan dimana-mana

Kecuali Engkau, Wahai Pemecah kesulitan, Engkau yang mengaturnyaHapuslah, maafkanlah, dan Engkau adalah yang maha bijaksana dan adil.

Diakhiri dengan salawat Nabi Mustafa yang menjadi penghiasJiwanya ada dalam jiwa manusia yang memegang agama.

Beserta keluarga dan sahabat yang ditundukkan hatinyaSebagaimana telah ditundukkan baginya cucuran hujan.


Syekh Muhammad Ali al-Ṣābuni adalah sosok ulama karismatik dari Syam yang lahir pada tahun 1930 M. Sejak kecil, beliau sudah tinggal dan dididik di lingkungan yang islami. Beliau belajar kepada ayahnya yaitu Syeikh Jamil al-Ṣābuni dan beberapa ulama besar pada zamannya seperti Syeikh Muhammad Najib Siraj, Syeikh Ahmad al-Syima’, Syeikh Muhammad Said al-Idlibi dan masih banyak lagi. Karya beliau mencapai lima puluhan lebih dalam berbagai macam fan ilmu, salah satu karya fenomenalnya adalah Ṣofwah al-Tafasir.

Habib Abu Bakar al-Adni al-Masyhur adalah seorang Ulama keturunan ‘Alawiyin kelahiran Yaman. Sejak kecil dia dididik oleh ayahnya yaitu Habib Ali al-Masyhur dan dia juga pernah berguru kepada Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf di Hijaz. Semasa hidupnya, Habib Abu Bakar al-Adni al-Masyhur mengkhidmahkan seluruh waktunya untuk mengajar dan berdakwah di jalan Allah. Dakwahnya bukan hanya lewat lisan, tetapi juga tulisan seperti makalah ilmiyah, kitab, dan kasidah-kasidah. Walaupun sejatinya beliau adalah seorang ulama dan pendakwah, akan tetapi beliau juga mempunyai kemampuan bersyair yang luar biasa. Tidak sedikit kasidah-kasidah atau syair-syair yang sudah dia tulis, salah satunya adalah syair ratapan untuk Syeikh Muhammad Ali al-Ṣābuni ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.