Sholeh bin Ali al-Hamid: Indonesia

0
281

 

إندونيسيا

بمناسبة ذكري ١٧ أغسطس لاستقلال إندونيسيا

اطلبوا المجد كفاحاً أين كانا # واملكوا من شامس العلم العنانا

صارت الدنيا رهاناً للعلا # فدعونا نغتنـم هذا الرهـانا

!فكفي الأيام ما أملت لنا # من دروس قد لقيناما كفانا

قد ملكنا ياليالي رشدنا # واهتدينا بعد ما تهنـا زمانا

قد صحونا من بقايا وهمنا # ورأينا الحق مـكشوفاً عيانا

!أدلج القوم فقمنا بعدهم # فعسانا ندرك الركب عسانا

!غنّ ياشادي ؛ ورقة خاطرا # شرب الهم دناناً فـد نانا

بقواف شاردات حفّل # بمعان تطرب الشهم الهجانا

!تطرب الحر أحاديث العلا # وتحل القلب منة واللـسانا

يا بلادا فخر الشرق بها # صاغها الخالق في الدنيا جنانا

أمر البـارىء إذا أبرزها # كل حسن ليكن فيها فكانا

في رياض ومـياه وربي # وجبال تلهم الشعر افتنانا

لا تلوموني إذا مجـدتها # إن لي بين رباها الخضر شانا

!لي من تلك المجالي والرؤى # ملهم يلهم روحي والجنسانا

حي إندونيسيا يا قلـمي # وأروها عني أشعاري الحسانا

أعل ذكراها ومجد عيدها # لاتدع شأواً ولا تجذب عنانا

دولة ناهضة خطت لهـا  # من معالي دول الدنيا مكانا

وثبت واعتزمت ثم سمـت # وامتطت في طلب المجد العنانا

!وإذا الشعب مضي متحداً # قرب النائي له والصعب هانا

!وإذا ما انشعبت غـاياته # ذهب السّعي شقاقاً ولعانا

!إنها الفـرقة سـم ناقـع # تلك حال لا تسل عنها سوانا

ياسكرنو فيك مجدت العلا # فيك قد قلدتها هذا الجمـانا

من رأى مثلك ندباً بطلاً # صال للحق لسانا وسـنانا

!نازل الغي بصـبر فانتحى # وجلا الحق بعقل فاسـتبانا

مارأينا منـك أسمى عزمة # في سبيل الحق أو أمضى حنانا

كاتب في فنه بسبي النهى # وخطيب يلهب القلب الجبانا

يا سكرنو إن أحلتك العلا # من بني الشعب مكانا لا يداني

فلـمعنى للمـعالي خـالد # لا تلمهم فيك إن جنوا افتنانا

!لم يهن قدر الفتى في مآوطن # يه بالمال وبالروح استهانا

هذه سبـعون مليونا دعآتك # أباها البر فأصدقها الحنانا

خذ سبيل الرفق أنا إن ترى # طية النفع وخذ بالعنف آنا

وتوق الدهر وأيقظ للـعدا # فمن الحكمة أن تخشى الزمانا

أصبح العصر خداعا كله # فاحترس من ماكر مهما ألانا

واجعل القوة حصـنأمانعاً # فكفى بالضـعف ذلاً وهوانا

افتـدوها بيـنكم حريـة # بالدم الزاكي إذا ما الخطب حانا

!واشرحوا للقوم معنى سرها # إنها أثمن مـا الله حــبانا

!وإذا ما فهمت معكوسـة # فهي شر نسأل الله الأمـانا

واكسبوا العلم فكم من جاهل # قاده الجهل إلى النير فدانا

نما تبني الحضـارات العلا # أمم بالعلم قد عزت كيانا

كت الأخلاق في أحضانها # وجرت في النأرا از اسـانا

شعب إندونيسياعش في هنا # حاطك الله من الشر وصانا

خفقت منـاقلوب أكبرت # فيك شعبأ كابد الظلم وعانا

وتحبي فيك من أعـماقها # وحدة عزت وعزماً ماتواتي

وتحبي فيـك شـعباطالما # في سبيل الحق أبلى وتفاني

كلنا ألسـن حمـد لكم # وقلوب تتولاكم حنـانا

كيف ننسى رحم ما بيننا # ودماء تتمشي في دمــانا؟

!هذه الامـكـم ألامنـا # ومناكم تتـلاقى ومــنانا

!وإذا م ا اختلفت أهواؤنا # جمع الدين هواكـم وهوانا

ماحمي الإسلام إلا واحد # لا أرى قول حماكم وحمانا

ومتى شئتم أتا كم جحفل # من بني المُاد بهزون الرعانا

 

Indonesia

Raihlah kehormatan dengan berjuang di manapun tempatnya, dan raihlah kemuliaan dari ilmu pengetahuan

Tanah ini telah disandera oleh beberapa orang, oleh karenanya mari kita merebutnya bersama

Hari-hari yang lewat telah memberi harapan pada kita, berupa pelajaran-pelajaran yang telah lampau

Duhai malam-malam, kita telah mendapatkan petunjuk setelah lamanya kita tertidur

Kita sekarang telah sadar dari angan ilusi, dan kebenaran sekarang telah terlihat di depan mata

Para bangsa telah bangkit dan berjalan, kita ada di belakang mereka dan semoga bisa menyusulnya

Nyanyikanlah wahai vokalis, dan hiburlah pikiran yang telah ditimpa kesedihan

Rayakanlah dengan qofiyah-qofiyah Syaridat, yang menyimpan makna-makna  menggembirakan dengan cuma-cuma

Menghibur mereka orang-orang yang merdeka serta membebaskan hati dan lisan mereka

Wahai negeri kebanggaan orang-orang timur, yang diciptakan Tuhan sebagai surga dunia

Ciptaan Tuhan yang jika dinampakan keindahannya niscaya semuanya akan terungkap

Semua hal yang memberikan inspirasi puitis di setiap taman-taman, air-air, bukit-bukit, gunung-gunung

Jangan ejek aku jika aku memuliakanya, karena sudah menjadi tanggung jawabku dengan Tuhan jika ada yang rusak

Semua keindahan dan pemandangan itu menggerakan  jiwa serta ragaku

Jayalah Indonesia, goreskanlah wahai penaku tentang perasaan-perasaanku yang bahagia

Kenanglah, muliakanlah hari kemerdekaannya, teruslah jaga cita-cita luhurnya!

Negara yang bangkit yang ditakdirkan sebagai negara yang luhur dan dunia

Tetaplah teguh lalu terbanglah dan raihlah kehormatan mulia

Ketika bangsa sudah bersatu, maka yang jauh kan jadi dekat dan yang susah kan jadi mudah

Dan ketika cita-cita sudah menjadi teguh, maka segala perselisihan dan penderitaan bisa disingkirkan

Di sana ada kelompok perusak, dan tiada yang tau solusinya kecuali kita

Wahai Soekarno, dirimu itu mulia dan pada dirimulah telah dikalungkan mutiara

Tiada seorang tangguh, seorang pahlawan yang berjuang demi kebenaran selain dirimu

Menyingkirkan kesesatan dengan sabar dan sungguh-sungguh, dan meraih kebenaran dengan akal pikiran

Tiada cita-cita luhur dalam jalan kebenaran yang kami lihat selain pada dirimu

Penulis yang tulisannya mampu memikat perhatian, dan orator yang orasinya dapat membakar hati para pengecut

Wahai Soekarno, jika mereka mengasingkanmu dari bangsa ke tempat yang jauh

Kata-kata indahmu masih abadi dan mampu membuat orang-orang gila karena keindahannya

Jangan remehkan para pemuda negeri ini dengan segela harta dan jiwanya yang tidaklah sedikit

70 juta menyerumu wahai bapak negera dengan penuh kasih sayang

Pilihlah yang ramah jika memungkinkan, jika tidak mungkin maka pakailah jalan kekerasan

Waspadalah terhadap waktu, bangun dan berlarilah karena ada kata-kata yang menyuruh untuk takut terhadap waktu

Waktu ini telah menipu, maka mulai sekarang  waspadalah dengan para oknum makar

Jadikanlah kekuatan sebagai benteng yang menghalangi, karena jika lemah makan akan menjadi aib dan hinaan

Kemerdekaan sudah nampak diantara kalian, dengan darah murni saat proklamasi datang

Jelaskan pada kaum tentang makna rahasianya, bahwasanya negeri ini adalah anugerah terindah

Jika mereka tidak mengerti akan hal ini, maka celakalah semoga Allah melindungi kita

Carilah ilmu karena banyak orang bodoh terjerumus ke dalam kehancuran karena kebodohannya

Peradaban kini telah tumbuh, umat dengan ilmu pengetahuan akan menjadi kuat dengan sendirinya

Akhlak akan melintas di pangkuannya, dan dia kan berjalan dalam cahaya

Bangsa Indonesia hiduplah dengan tentram, Allah telah menjagamu dari mara bahaya

Setiap denyutan hati kami selalu mengangungkanmu, wahai bangsa yang telah memikul penderitaan

Dan dari lubuk hati paling dalam pun ikut memperjuangkan persatuan yang dicita-citakan sedari dulu kala

Pula berjuang membangun bangsamu selama berjuang dan membaktikan diri pada jalan yang benar

Kita semua adalah lisan yang senantiasa memuji kalian dan juga hati yang selalu menyayangi kalian

Bagaimana kita bisa lupa ikatan di antara kita sedangkan darah mengalir dalam tubuh kita

Sakit kalian ini adalah sakit kita, anugerah kalian adalah anugerah kami

Saat cinta kita terpisah, maka agama akan mengumpulkan cinta kalian dan cinta kami

Naungan Islam hanya satu, tak ada naungan kalian dan naungan kami

Kapanpun kalian mau tentara orang Arab datang untuk membantu, kami siap!

 


Puisi Indonesia diambil dari Diwan yang berjudul Rihlah Jawa al-Jamilah. Ditulis oleh Sholeh bin Ali al-Hamid. Ia lahir di Sewun, Yaman tahun 1903, merupakan keturunan Yaman-Indonesia, ayahnya berasal dari Yaman dan ibunya dari Surabaya. Dia adalah salah satu tokoh besar penyair Arab dan penyair Mahjar (diaspora). Selain penyair, beliau juga muarrikh (ahli sejarah) serta seorang Ulama yang Alim. Beberapa karya puisinya tak jarang dimuat dalam beberapa surat kabar di Yaman, di antaranya Ar-Risalah, Apolo, dan An-Nahdhah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.