Puisi-Puisi Samih Qasim: Semau Kita

0
373

ق – ت

قطرة من دم عيسى
من جفن مريم
يا دمي قم وتكلم
غصت الأرض مجوسا

 

Qaf  – Ta’

setetes darah Isa
menetes dari kelopak mata Maryam
oh darahku, bangkit dan bicaralah
tanah air ini sesak oleh kelaliman

وأريد

وأريد إمرأة
تغفر أخطائي الكثيرة
ثم تنساني
إذا غبتُ قليلا
ثم تهواني
إذا عدتُ قليلا
وتغني لي وتبكي
وأنا ألفظ أنفاسي الأخيرة

Dan Aku Ingin

dan aku ingin seorang perempuan;
yang senantiasa mengampuni
ribuan kekeliruanku;
yang melupakanku
ketika aku pergi sejenak
lalu kembali mencintaiku
ketika aku kembali sejenak;
yang bernyanyi dan menangis untukku
saat aku mengembuskan nafas terakhirku

 

كما نشاء

لو كنتِ شجرة
سأكون عندليبا يعشش بين أغصانك
لو كنتُ شجرة
ستكونين فاكهتي الوحيدة

لو كنتِ كهفا
سأكون راعيا مبللا بالمطر يلوذ بك
لو كنتُ كهفا
ستكونين الصدى الأبدي بين جنباتي
كوني غيمة
وأكون بستانا متفائلا بنعمتكِ
كوني فرحا غامرا
وأكون قلبا مفعما بالحزن ينتظر قدومك
كوني حزنا باهظا
وأكون موسيقيا يفجر ينابيعك
كوني ليلا فأنا النهار
كوني نهارا فأنا الليل وأمتلك عناصركِ
كوني جثة
وأكون جثة ترقد على ذراعكِ
لنكن كما نشاء
ستكتملين بي دائما
وبكِ دائما أكتمل

Semau Kita

jika kau sebuah pohon
maka akulah seekor bulbul
yang tengah membangun sarang
di antara dahan-dahanmu
jika pohon itu aku
maka kaulah satu-satunya buahku

jika kau sebuah gua
maka akulah penggembala
yang basah kuyup diguyur hujan
lalu berteduh di dalam dirimu
jika gua itu aku
maka kaulah gema suaraku yang abadi
memantul di dinding-dindingku

jadilah awan cerah
maka aku kebun
yang akan menikmati kelembutanmu

jadilah suka cita
maka aku hati terluka
yang menanti kedatanganmu

jadilah duka lara
maka aku alunan musik
yang memecah kepedihanmu

jadilah malam
maka akulah siangmu

jadilah siang
maka akulah malam
yang memeluk seluruh anasirmu

jadilah mayat
maka akulah mayat
yang terbaring dalam dekapanmu

jadilah apa saja semau kita
bersamaku kau utuh sepenuhnya
bersamamu aku utuh sepenuhnya


*Dialihbahasakan secara bebas oleh Asmara Edo Kusuma dari al-A’māl al-Kāmilah (karya lengkap) Samih al-Qasim.

Samih al-Qasim lahir di kota Zarqa Yordania pada 11 Mei 1939. Dia merupakan anak dari keluarga Palestina yang berasal dari desa Rama Galilea Palestina (sekarang masuk daerah pendudukan Israel). Pada tahun 1941, dia bersama keluarganya kembali ke Galilea. Samih al-Qasim merupakan salah satu penyair kiri Palestina yang sangat penting dalam jagat perpuisian Arab Kontemporer. Tidak hanya itu, dia juga merupakan pejuang Palestina yang mendedikasikan seluruh hidup dan puisi-puisinya untuk perlawanan terhadap pendudukan Israel. Samih al-Qasim wafat di Safed 19 Agustus 2014 pada usia 75 tahun. Pada saat wafatnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, “Samih al-Qasim adalah penyair yang senantiasa menyuarakan nasionalisme (Palestina) dengan lantang. Dia wafat setelah menjalani hidup yang penuh dengan penghargaan. Dia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membela kebenaran, keadilan dan tanah air Palestina.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.