Imamah dan Puisi Mahdi Al-Jawahiri

0
223

Muhammad Mahdi al-Jawahiri lahir di Najaf tanggal 26 juli 1899. Ayahnya, Abdul Husein adalah seorang cendikiawan Najaf. Ia sudah bisa membaca al-quran sejak kecil. Ayahnya mengirimkannya ke beberapa guru terkemuka untuk dapat mengajarinya menulis dan membaca. Ia juga belajar ilmu nahwu (sintaksis) sharaf (morfologi), balaghah, dan juga fiqh. al-Jawahiri memiliki ingatan yang sangat tajam. Sebenarnya ayahnya lebih menginginkannya untuk menjadi seorang ilmuan, bukan seorang penyair. Akan tetapi, ternyata kecenderungannya kepada puisi telah melampauinya.

Pada tahun 1917, ayah al-Jawahiri meninggal dunia. Setelah masa-masa berkabung dilaluinya, ia pun kemudian kembali ke medan pendidikan untuk belajar ilmu bayan, mantiq, dan filsafat. Ia juga senang membaca puisi-puisi baru, baik puisi Arab maupun puisi barat yang telah diterjemahkan.

Dulu, ia sering mengenakan imamah sebagaimana pakaian para tokoh pemuka agama. Karena ia tumbuh dari lingkungan religius yang terjaga. Pada tahun 1920, ia turut serta mengobarkan revolusi untuk melawan penjajah inggris, sementara ia pada saat itu masih mengenakan imamah-nya.

al-Jawahiri pernah bekerja di kerajaan Faishal I selama beberapa waktu. Kemudian ia meninggalkannya sebagaimana ia melepaskan imamah-nya. Lalu, dirinya meninggalkan Najaf dengan tujuan Baghdad. Di tempat tinggalnya yang baru, ia aktif di bidang jurnalistik, seperti di surat kabar al-Furat, al-Inqilab, dan ar-Ra’y al-Amin. Ia juga pernah terpilih menjadi ketua Ittihad al-udaba’ al-Iraqiyyin. Puisinya yang pertama kali terbit pada tahun 1921.

Pada tahun 1924 dan 1926, al-Jawahiri melakukan perjalanan ke Iran. Pada tahun 1927, ia memutuskan untuk menjadi tenaga pengajar di beberapa sekolah menengah di Irak. Festival yang pernah diikutinya adalah Festival Abu al-A’la al-Maarri tahun 1944 di Damaskus. Ia pernah tinggal di Praha selama tujuh tahun. Pada tahun 1968, ia kembali ke Irak dan di sana pemerintah menggajinya 150 dinar perbulan. Sejumlah Negara Arab membuka lebar-lebar pintu masuk bagi al-Jawahiri, seperti Mesir, Maroko, Yordania, dan Sebagainya. Akan tetapi, akhirnya ia memilih Damaskus untuk menjadi tempat tinggal dan tempat peristirahatannya.

al-Jawahiri meninggal dunia pada tanggal 27 juli 1997. Karya-karyanya antara lain berjudul “Halabat al-Adab” yang berisi sejumlah sastrawan klasik dan modern. Adapun karya yang berupa antologi puisi sebagai berikut:

  1. Baina al-Syu’ur wa al-‘Athifah (1928)
  2. Diwan al-Jawahiri (1935)
  3. Al-Gharabah Barid (1965)
  4. Barid al-Audah (Baghdad: 1969)
  5. Ayyuhal Araq (Irak: Departemen Penerangan, 1971)
  6. Khalajat (Irak: Departemen Penerangan, 1971)

Sumber: Leksikon Sastrawan Arab Modern, Biografi dan Karyanya, Achmad Athoillah Fathoni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.