Puisi-Puisi Qasim Haddad: Sepasang Matamu

0
647

الأب

ما الذي جاء بي
يا أبي
والقطارات مشحونة بالشجر
القطارات ذات الحديد الحزين
ستخطفني بغتة
في غموض المطر

ما الذي، يا أبي
حطّني في الطريق إلى النهر
للناي يقتلني
كلما مَـرّ بي

يا أبي
ما الذي جعلَ العانسات البعيدات يشغفنَ روحي
ويغزلنَ، مثل الأغاني النحيلة
قمصان قلبي
ويمسحن، مثل الهدايا،
جروحي
ويصقلن بي غربة المتعب

يا أبي
ما الذي جاء بي
نحو هذا النبيذ الغريب
كأنّ الجُسُور
وغيم البحيرات والشجر الحرّ
أرجوحة الغائب

ها أنا، بعد بحرين، تنتابني
يا أبي
مثلَ برقٍ، بحارُكَ
فارأفْ بطفلكَ
واكتبْ له نجمةً في السديم
كأنكَ خلقٌ له
خارجَ الكوكبِ

 

Ayah

Ayah, apa yang terjadi padaku
kereta-kereta dipenuhi pepohonan
dan besi-besi yang murung
tiba-tiba menculikku
dalam kepungan hujan

Ayah, apa yang menyeretku
ke dalam alunan nay
lalu membunuhku
Setiap kali hinggap di telingaku

Ayah
Apa yang membuat perawan-perawan tua
Nun jauh itu tergila-gila pada  jiwaku
Lalu menggoda hatiku
Layaknya lagu-lagu sendu
mengusap Lukaku layaknya memberi kado
dan mengusap debu para pengembara

Ayah
Apa yang terjadi padaku
Di hadapan anggur yang terasing ini
Jembatan, kabut-kabut danau, juga kayu-kayu kering
menjelma papan yang raib

inilah aku setelah melewati dua lautan
ternyata lautanmu serupa kilat
maka berbelaskasihlah pada anakmu
Tuliskan bintang untuknya di nebula
Seolah-olah kau bintang
Yang dicipta untuknya
Di luar angkasa raya

 

 

عيناك

 دَعْ لعينيكَ أن تَرى ما لا تراهُ
دَعْ لها أن تفسَّرَ ما يَستقيمُ مع الحُلم
عيناك مأخوذتان بما يجعلُ النومَ أحبُولةً
والقميصَ الجريحَ احتمالاً
وما سوفَ يبقى من الموت أخْدُوعَةً للحياة
دَعْ لها
فهي مأمورةٌ
سوف يبقى لها أن تَرى ما تراه

 

Sepasang Matamu

Biarkan sepasang matamu melihat yang tak terlihat
Biarkan ia menafsir yang serupa mimpi
Sebab matamu tercipta dari sesuatu
Yang menjadikan tidur sebagai perangkap
Dan kemeja yang terluka sebagai kemungkinan

Yang tersisa dari kematian
Adalah tipu daya kehidupan
Biarkanlah
Sebab ia adalah titah
Dan sepasang matamu akan tetap melihat yang terlihat

كيف

كيف تسنى لك ذلك؟
تلبسين أجمل فساتينك
وتذهبين السهرة مع سواي
كيف تسنى لك أن تضعي عقدك
الزمردي الأحمر الوحيد
وتدعينه يتأرجح بعنف في الرقص؟
كيف تسنى لك لخصرك اللبني أن يستريح
في قوس ذراع أخرى؟
كيف تنسى لي أن أحتمل الحضور
في تلك السهرة
التي تشبه قداسي؟
كيف. تسنى لك… كيف
يا لك من عذراء لا تعرف الخجل
آه، يا حبيبتي
معذرة
لقد كان ذلك حلما… فحسب

 

Mengapa

Mengapa begitu mudah untukmu?
Mengenakan gaun terindah
lalu kencan bersama orang lain di sore hari

mengapa begitu mudah untukmu
mengenakan satu-satunya kalung
zamrud merah yang kau miliki
Dan membiarkannya terayun
Sebab hentakan tarianmu

Mengapa begitu mudah untukmu
mengistirahkan pinggangmu yang merona
Di dekapan orang lain

Bagaimana mungkin kutanggung kahadiranmu
Di sore hari yang cerah
Secerah ketulusanku?

mengapa begitu mudah untukmu, mengapa
Duhai gadis yang tidak tahu malu
O, kekasihku
Maaf
Itu bayangan semata

 


Qasim Haddad dilahirkan di Bahrain pada tahun 1948. Menyelesaikan studinya di Bahrain sampai kelas 2 tingkat Aliyah. Kemudian bekerja di sebuah perkantoran dari tahun 1968 sampai 1975. Pada tahun 1980, bekerja di kantor kebudayaan dan seni di kementerian informasi. Ia juga ikut andil dalam merintis usratu al-udaba’ wal kitab fi al-Bahrain pada tahun 1969. Menduduki sejumlah posisi penting di kantornya, yaitu menjadi pemimpin redaksi majalah Kalimat yang terbit tahun1987 dan termasuk bagian dari pendiri kelompok masrah awwal pada tahun 1970. Juga menulis artikel mingguan sejak awal tahu 80-an dengan judul “waktu untuk menulis”, yang diterbitkan di sejumlah media arab. Pengalaman puitisnya dijadikan rujukan di sejumlah tesis di universitas-universitas arab dan asing, dan studi kritisnya dimuat di surat kabar dan majalah arab dan asing. Beberapa puisinya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Seorang bapak dengan tiga orang anak ; Thuful, Muhammad dan Mihyar, dan satu cucu, Aminah ini, mendapat penghargaan di bidang sastra dari kementerian informasi di akhir tahun 1997.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.