Puisi Syaikh Anwar al-Kasyu; Kami Telah Tiba, Oh, Indonesia

0
765

 

(Dedikasi untuk yang mulia As-Syekh As-Sayyid Al-Habib Luthfi bin Ali bin Yahya)

Aku akan terbang ke langit cinta
Memohon kepada Allah dengan penuh asa
Kutembus angkasa, kusebrangi samudera
Kulintasi benua dan padang sahara
Akan kusampaikan suara cinta
Suara Tuhan semesta
Kepadaku ia bisikkan harapan
Akan kudaki puncak terginggi gunung-gunung
Akan kutaklukkan tentara-tentara kegelapan
Hasrat, hawa nafsu dan syetan
Akan kutebarkan cinta dan ruh perdamaian
Ke segala penjuru dunia
Bumi pun berdebar riang menyambut tamu-tamu pilihan
Dalam kafilah orang-orang khusyuk
Sekumpulan orang-orang pilihan

Wahai Indonesia, kami datang kepadamu
Membawa risalah cinta
Dari baginda Rasulullah al-Anam
Dari Tuhan kami, Tuhan gunung dan bebukitan
Dengan debar keriangan, kami datang kepadamu, Indonesia
Hati berdegub dahsyat sedahsyat kerinduannya
Inilah perjalanan suci
Inilah pengembaraan hidup
Ah, betapa perjalanan yang membanggakan!
Kami datang pada saudara-saudara kami semata untuk bertatap muka
Tatapan penuh cinta yang tak pernah ada ujung dan akhirnya

Wahai, Indonesia
Wahai penenun cinta, kedamaian dan kesejahteraan
Wahai negara Islam, negara yang mempersilakan tokoh-tokoh dari belahan dunia
Kau kumpulkan Forum Sufi dari setiap negara dan benua
Wahai para sufi dunia, bersatulah!
Inilah zaman yang tepat untuk menjernihkan kesufian
Wahai, Juru damai dari debu-debu zaman
Wahai para sufi! berpegang teguhlah pada kitab kalian
Engkaulah kesucian di tengah-tengah manusia
Rasulullah telah mengabarimu keimanan dan rasa aman
Mulailah, sebab engkaulah utusan cinta ilahi yang tak terpisahkan
Engkau punya sejarah agung
Begitu tak terhingga tokoh-tokoh cinta dan perdamaian
Orang-orang yang mampu menguasai seluruh zaman
Maka, dunia ini menunggumu, agar terbersihkan dari taghut dan kekufuran
Tebarkanlah ajaran-ajaran agama islam
Penuhilah hati mereka dengan cinta dan kejernihan
Kelapangan dan keluasan hati dengan berzikir di setiap saatnya

Wahai Indonesia, kau pantas berbangga dibanding negara-negara lainnya
Engkau telah menjadi pelopor yang mampu mengumpulkan ahluLlah
Manusia pilihan di setiap zamannya
Wahai Indonesia kau telah mengulurkan kedua tanganmu untuk kami
Kau memanggil-manggil: wahai hamba Allah
Aku punya negara yang aman dan sejahtera
Maka kami penuhi panggilan itu
Lalu kami campakkan permusuhan
Kini kita saudara seiman
Seolah-olah kami datang ke negeri kami yang kedua
Mari kita hidupkan hubungan persaudaraan ini
Sebagaimana telah Rasulullah tanamkan pada masing-masing kita
Rasulullah sang utusan cinta dan kerinduan
Untukmu kemuliaan yang bermuara dari segala kemuliaan
Untukmu keutamaan dari segala keutamaan
Telah kau kumpulkan ruh kami sebelum kedatangan kami
Kami merindukanmu seperti rindu para pecinta dengan segala fana
Engkau berhias taman-taman hijau
Kami cuci mata kami dengan taman-taman indahmu
Hingga kami terbebas dari segala yang keruh
Hingga kami lupa segala kegundahan
Andai saja kami bisa tinggal bersamamu bertahun-tahun lamanya!
Kami begitu merindukan majlis-majlis rabbaniyah
Yang mengabarkan tentang kebaikan orang-orang pilihanmu
Orang-orang taqwa dan bersih hatinya
Dengan penuh kebanggaan, sungguh mereka adalah keluarga kami

Wahai indonesia, kami datang kepadamu membawa risalah cinta dan persaudaraan dari negeri kami
Andaikan kau begitu dekat dengan negeri kami
Akan kita bangun satu pasukan
Untuk mengusir musuh
Menguatkan persaudaraan antara umat manusia
Engkaulah cita-cita seluruh umat islam
Andai mereka mau menenun dalam tenunan indahmu
Lalu menghidupkan warisan tasawuf di segala penjuru negeri
Mengadakan forum-forum di setiap benua
Kami akan mendukung dengan segenap kemampuan kami
Untuk menerangi, mengingatkan, dan mengurusi
Dengan penuh keyakinan
Sehingga kami pada pertemuan yang jernih itu
Akan bertemu dengan kekasih kami dari seluruh negeri
Berkumpul adalah kekuatan ahl-alhaq
Menghalau kebatilan
Dari rumah-rumah orang islam
Sampai kapan, sampai kapan? Wahai para sufi
Kami terus menerus dalam bencana kebodohan
Hati kami terdesak oleh kelemahan kami
Adakah gerakan yang bisa menyelamatkan kami dari kemarahan Allah al-Dayyan
Oh, indonesia telah digariskan pada tanahmu yang diberkati ini
Tokoh pilihan
Semoga langit memberkati usaha mereka
Hingga bisa membawa cinta, optimisme dan harapan untuk negerinya
Jangan pernah berputus asa tentang datangnya hidayah, wahai para sufi
Sebab dari tangan engkaulah negeri islam mekar
Dan menebarkan cahaya ke penjuru semesta
Kegelapan pun takluk
Berganti kerinduan
Dalam hati orang-orang pilihan

Wahai indonesia, wahai surga dunia
Di tanganmu kehidupan akan menjadi lebih baik
Peribadatan berjalan tanpa ada kedustaan
Engkaulah pelabuhan kebaikan
Yang turun dari langit
Semoga Allah senantiasa menjagamu indonesia
Bagaimana kita akan meninggalkanmu?
Sedangkan hati ini telah terpaut kepadamu
Jiwa ini telah menyatukanmu dengan penuh keyakinan

(Ditulis pada Jumat, 15 Rajab 1440 H./22 Maret 2019 M. Zawiyah al-Anwar, Sfax, Tunis)


Syaikh Anwar al-Kasyu al-Thahiri al-Madani adalah seorang Syaikh dan Mufti di Tunisia. Pengasuh Zawiyah al-Anwar, Sfax, Tunisia. Beliau tergabung dalam Ikatan Ulama Sufi Dunia dan acara Indonesia World Sufi Forum yang dirintis dan diketuai oleh Maulana Habib Lutfi bin Ali bin Yahya. Puisi Ha Nahnu Qadimun, Ya Indonesia ditulis dan didedikasikan untuk Habib Lutfi bin Ali bin Yahya setelah menghadiri Indonesia World Sufi Forum pada 8-10 April 2019 di Pekalongan, Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.