Pameran Mayat (Hassan Blasim)

0
383

Sebelum mengeluarkan pisaunya dia mengatakan, “Setelah mempelajari file klien, Anda harus mengajukan catatan singkat tentang bagaimana trik Anda untuk membunuh klien pertama Anda, dan bagaimana Anda akan memamerkan tubuhnya di kota. Tapi bukan berarti bahwa catatan yang Anda usulkan itu akan disetujui. Salah satu intel kami akan mempelajari trik yang Anda usulkan lalu memutuskan untuk menyetujui atau mengajukan trik lain. Sistem ini bahkan juga berlaku bagi kalangan profesional di semua tahap pekerjaan mereka—hingga setelah tahap pelatihan berakhir, Anda harus merangpungkan tes. Jangan khawatir, karena Anda akan diganjar dengan gaji yang setimpal. Saya tidak perlu terlalu detail membahas semua ini sekarang. Saya akan memberikan penjelasan kepada Anda secara bertahap. Setelah menerima file klien, Anda tidak bisa lagibertanya langsung seperti sebelumnya. Jadi Anda harus mengajukan pertanyaan secara tertulis. Seluruh pertanyaan, proposal, dan pengiriman tertulis akan didokumentasikan dalam file pribadi Anda. Dan Anda benar-benar tidak diperbolehkan menyurati saya perihal kerja Anda melalui email atau menghubungi saya lewat telepon. Anda akan menulis pertanyaan Anda secara khusus dalam format yang akan saya berikan nanti. Hal yang terpenting adalah bahwa sekarang, Anda harus mencurahkan banyak waktu untuk mempelajari file klien dengan hati-hati dan sabar.

“Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami tidak akan berhenti berurusan dengan Anda bahkan jika Anda gagal dalam misi pertama. Jika Anda gagal, Anda akan dipindahkan untuk bekerja di departemen lain dengan gaji yang sama. Tetapi saya harus mengingatkan Anda sekali lagi: Meninggalkan pekerjaan setelah Anda menerima pembayaran gaji pertama Anda adalah tidak dapat diterima dan tidak akan berhasil. Ada ketentuan ketat untuk itu, dan jika manajemen setuju untuk memutuskan hubungan dengan Anda, Anda harus menjalani banyak tes, yang bisa memakan waktu yang lama. Dalam arsip tersebut kami menyimpan file mengenai para sukarelawan dan agen-agen lain yang memutuskan untuk mengakhiri kontrak mereka atas inisiatif mereka sendiri. Jika Anda berpikir untuk melakukan itu, kami akan menunjukkan kepada Anda beberapa contoh pengalaman orang lain. Saya yakin Anda akan dapat bertahan dengan pekerjaan itu dan menikmatinya. Anda akan melihat betapa seluruh hidup Anda akan berubah.

“Ini adalah hadiah pertama Anda, jangan buka sekarang. Itu bayaran penuh Anda. Mengenai beberapa dokumen tentang kehidupan hewan predator, Anda dapat membelinya dan kami akan mengganti biayanya nanti. Berikan perhatian khusus pada gambar tulang korban.

“Selalu ingat, sahabatku, bahwa kami bukanlah teroris yang bertujuan untuk menjatuhkan sebanyak mungkin korban dalam rangka mengintimidasi orang lain, atau bahkan pembunuh gila yang bekerja demi uang. Kami tidak ada hubungannya dengan kelompok-kelompok Islam garis keras, atau agen intelijen beberapa pemerintahan keji, atau semua omong kosong semacam itu.

“Saya tahu Anda sekarang memiliki beberapa pertanyaan yang mengusikpikiran Anda.Secara bertahap, Anda akan tahu bahwa dunia ini dibangun bertingkat-tingkat, dan tidak mungkin semua orang bisa mencapai seluruh tingkatan dan melewati ruang bawah tanah dengan mudah. Jangan lupakan orang-orang berpengaruh yang menunggu Anda dalam hierarki lembaga jika Anda memiliki imajinasi yang segar, dahsyat, dan menonjol.

“Setiap tubuh yang Anda selesaikan adalah karya seni yang menunggu Anda untuk mendapatkan sentuhan akhir, sehingga Anda bisa bersinar seperti permata yang berharga di tengah reruntuhan negara ini. Memamerkan mayatdi hadapanbanyak orangagar menjadi tontonan adalah kreativitas terpenting yang kami cari, kami coba pelajari dan kami manfaatkan. Secara pribadi saya tidak tahan dengan agen yang berimajinasi dangkal. Kami memiliki, misalnya, agen yang mempunyai nama kode Satan’s Knife. Saya selalu berharap kepada para penanggung jawab untuk menyingkirkannya secepat mungkin. Orang ini berpikir bahwa memotong anggota tubuh klien dan menggantungnya dari kabel listrik di daerah kumuh adalah puncak kreativitas dan daya cipta. Dia hanya orang bodoh yang sombong. Aku membenci metode klasiknya, meskipun ia berbicara tentang sebuah klasisisme yang baru. Seluruh hal yang ringan adalah mengecat bagian tubuh klien dan menggantungnya dari benang yang tidak terlihat, jantung berwarna biru gelap, ususnya berwarna hijau, hati dan buah zakarnya kuning. Dia melakukan ini tanpa memahami puisi kesederhanaan.

“Ketika saya memberi tahu Anda hal-hal detail, saya melihat tatapan bingung di mata Anda. Tenang, bernafaslah dalam-dalam, dengarkanlah ritme batin tersembunyi Anda dengan tenang dan sabar. Biarkan saya menjelaskan beberapa poin kepada Anda secara lebih jelas untuk menghilangkan beberapa kesalahpahaman yang mungkin Anda miliki. Biarkan saya menghabiskan waktu dengan Anda. Apa yang saya katakan mungkin hanya kesan pribadi, dan anggota lain dari grup tersebut mungkin memiliki pendapat yang sangat berbeda.

“Saya menyukai keringkasan, kesederhanaan, dan kesan yang mencolok. Agen Deaf, misalnya. Dia tenang, dia memiliki mata yang cerdas dan jernih, dan pekerjaannya yang paling saya suka adalah wanita yang sedang menyusui. Suatu pagi, hujan di musim dingin, kerumunan orang yang lewat dan para pengemudi berhenti untuk melihat wanita itu. Dia telanjang dan gemuk, dan anaknya, juga telanjang, sedang menyusui di payudara kirinya. Dia meletakkan wanita itu di bawah sebatang pohon palem mati di pusat reservasi pada jalanan yang sibuk. Tidak ada bekas luka atau peluru di tubuh wanita itu atau pada bayinya. Dia dan bayinya tampak hidup seperti mata air murni. Itu adalah sebuah kecerdikan yang tidak kita miliki di abad ini. Anda seharusnya telah melihat payudara wanita itu yang sangat besar dan betapa kurusnya bayi itu, seperti tumpukan tulang dicat dengan warna kulit bayi yang putih cerah. Tidak ada yang dapat mengetahui bagaimana ibu dan anaknya dibunuh. Kebanyakan orang berspekulasi bahwa dia menggunakan beberapa racun misterius yang belum diklasifikasikan. Tapi Anda harus membaca dalam arsip di perpustakaan kami, laporan singkat dan puitis yang ditulis oleh Deaf pada karya seni luar biasa ini. Dia sekarang memegang posisi penting dalam grup. Dia layak mendapatkan yang lebih dari itu.

“Anda harus memahami dengan benar bahwa negara ini menghadirkan salah satu peluang langka di abad ini. Pekerjaan kami mungkin tidak berlangsung lama. Segera setelah situasi stabil, kita harus beralih ke negara yang lain. Jangan khawatir, ada banyak kandidat. Dengar, di masa lalu kami menawarkan pelajaran klasik kepada anggota baru seperti Anda, tetapi sekarang banyak hal berubah. Kami mulai mengandalkan demokrasi dan spontanitas imajinasi, dan bukan pada instruksi. Saya belajar untuk waktu yang lama, dan membaca banyak buku yang membosankan, yang membenarkan apa yang kita lakukan sebelum saya dapat bekerja secara profesional. Kami terbiasa membaca penelitian yang berbicara tentang perdamaian, penelitian yang ditulis dengan kefasihan yang sangat menjijikkan. Ada banyak kenaifan dan analogi yang tidak perlu untuk membenarkan segalanya. Salah satunya adalah tentang bagaimana semua obat-obatan di farmasi, bahkan pasta gigi biasa, diproduksi setelah tes laboratorium pada tikus dan hewan lain. Jadi, demikian juga tidak mungkin membawa kedamaian di bumi ini tanpa mengorbankan manusia laboratorium. Penelitian lama seperti ini membosankan dan membuat frustrasi. Generasi Anda sangat beruntung di zaman peluang emas ini. Aktris film yang menjilati es krim mungkin akan memunculkan puluhan foto dan laporan berita yang menjangkau desa paling terpencil yang ditimpa kelaparan di dunia ini, batu asahan ini berteriak dan menari. Ini setidaknya mencapai apa yang saya sebut ‘keadilan untuk menemukan keremehan dan ketidakjelasan esensi dunia.” Betapa lebih banyak lagi, sebuah mayat ditampilkan secara kreatif di pusat kota!

“Mungkin saya sudah memberi tahu Anda terlalu banyak hal, tetapi biarkan saya mengatakannya secara terus terang kepada Anda bahwa saya mengkhawatirkan Anda, karena entah Anda ini termasuk idiot atau jenius, dan agen seperti itu membangkitkan rasa ingin tahu saya. Jika Anda seorang jenius, itu akan memuaskan. Saya masih percaya pada genius, meskipun sebagian besar anggota kelompok berbicara tentang pengalaman dan latihan. Dan jika Anda idiot, biarkan saya memberi tahu Anda sebelum saya membahas cerita yang singkat dan berguna tentang satu idiot yang dengan naif mencoba mengacaukan kita. Saya bahkan tidak menyukai nama panggilannya, ‘The Nail.’ Setelah komite menyetujui cara Nail mengusulkan untuk membunuh kliennya dan menampilkan tubuhnya di sebuah restoran besar, kami menunggu hasil. Tapi orang ini sangat lambat menyelesaikan pekerjaannya. Saya bertemu dia beberapa kali dan bertanya apa penyebab keterlambatannya. Dia akan mengatakan bahwa dia tidak mau mengulangi metode pendahulunya dan berpikir untuk membawa sebuah loncatan besar yang kreatif dalam pekerjaan kita. Tetapi kenyataannya berbeda. Nail adalah seorang pengecut yang telah terinfeksi dengan perasaan dangkal kemanusiaan dan, seperti orang sakit lainnya, mulai mempertanyakan keuntungan membunuh orang lain, ia bertanya – tanya apakah ada beberapa pencipta yang memantau seluruh perbuatan kita, dan itu adalah awal dari neraka. Karena setiap anak yang lahir di dunia ini hanyalah sebuah kemungkinan, entah untuk menjadi baik atau jahat, sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan oleh sekolah-sekolah pendidikan agama di dunia yang bodoh ini. Tetapi itu adalah hal yang sama sekali berbeda bagi kita. Setiap anak yang lahir hanyalah beban tambahan di atas kapal yang akan tenggelam. Bagaimanapun juga, biarkan aku memberitahumu apa yang terjadi pada Nail. Dia memiliki seorang kerabat yang bekerja sebagai seorang penjaga di rumah sakit di pusat kota, Nail berpikir untuk menyelinap ke kamar mayat rumah sakit dan memilih mayat daripada membuat mayatnya sendiri. Mudah untuk melakukan itu setelah dia memberikan setengah dari gaji yang diterima dari kelompok kepada kerabatnya. Kamar mayat itu penuh dengan mayat dari aksi-aksi terorisme yang bodoh, mayat-mayat yang tercabik oleh bom mobil, mayat lainnya, kepalanya dipenggal dalam perseteruan sektarian, tubuh yang membengkak dari dasar sungai, dan banyak lagi orang bodoh lainnya, dihabisi dalam pembunuhan acak yang tidak ada hubungannya dengan seni. Nail menyelinap ke kamar mayat malam itu dan mulai mencari mayat yang tepat untuk ditampilkan ke publik. Nail sedang mencari mayat anak-anak, karena dalam laporan pertamanya dia telah mengusulkan ide yang melibatkan pembunuhan bocah berusia lima tahun.

“Di kamar mayat ada spesimen mayat anak-anak sekolah yang telah dimutilasi dengan bom mobil, atau dibakar di beberapa pasar jalanan, atau hancur berkeping-keping setelah pesawat mengebom rumah-rumah. Akhirnya, Nail memilih seorang anak yang telah dipenggal kepalanya bersama dengan anggota keluarganya yang lain karena alasan sektarian. Tubuh anak itu bersih, dan luka di lehernya sama rapuhnya dengan selembar kertas sobek. Nail berpikir untuk memamerkan tubuh itu di sebuah restoran dan menempatkan mata anggota keluarga lainnya di meja, disajikan dalam semangkuk darah, seperti sup. Mungkin itu ide yang bagus, tapi sebelumnya, pekerjaannya akan menjadi penipuan dan pengkhianatan. Jika dia sendiri yang memenggal kepala anak itu, itu akan menjadi karya seni yang otentik, tapi dengan mencurinya dari kamar mayat dan bertindak dengan cara yang tercela ini, akan menjadi aib dan perasaan pengecut pada saat yang sama. Namun dia tidak mengerti bahwa dunia saat ini dihubungkan bersama oleh lebih dari satu terowongan dan koridor.

“Seorang ahli mortirlah (pemilik perusahaan pemakaman, pen.) yang menangkap Nail sebelum dia bisa menipu masyarakat yang malang. Mortisi itu berusia awal enam puluhan, seorang pria yang sangat besar. Karyanya di kamar mayat telah berkembang setelah meningkatnya jumlah tubuh yang dimutilasi di negara ini. Orang-orang mencari dia untuk menyatukan tubuh anak-anak mereka dan kerabat lainnya yang terkoyak dalam ledakan dan pembunuhan acak. Mereka akan membayar mahal untuk meminta si mortisi mengembalikan anak-anak mereka ke penampilan semula sebagaimana mereka mengenalnya. Mortisi itu benar-benar seorang seniman hebat. Dia bekerja dengan sabar dan cinta yang besar. Malam itu dia memandu Nail ke ruangan samping di kamar mayat dan mengunci pintu. Dia menyuntiknya dengan obat yang membuatnya lumpuh tanpa membuatnya pingsan. Dia membaringkannya di atas meja kamar mayat, mengikat tangan dan kakinya ke bawah, dan menyumbat mulutnya. Dia menyenandungkan sebuah lagu anak-anak yang indah dalam suara wanitanya yang aneh saat dia menyiapkan meja kerjanya. Lagu itu adalah tentang seorang anak yang memancing seekor katak dalam genangan kecil darah, dan setiap saat dia akan mengelus rambut Nail dengan lembut dan berbisik di telinganya, ‘Ooh, sayangku, ooh, temanku, ada sesuatu yang lebih asing daripada kematian, yaitu melihat dunia, dengan memandang Anda, tetapi tanpa isyarat, tanpa pemahaman apa pun, bahkan tanpa tujuan, seolah-olah Anda dan dunia bersatu dalam kebutaan, sepertihalnya keheningan dan kesunyian. Dan ada sesuatu yang sedikit lebih aneh daripada kematian: seorang pria dan seorang wanita bermain di tempat tidur, dan kemudian Anda datang, hanya Anda, Anda yang selalu salah dalam menuliskan kisah hidup Anda.”

“Mortisi itu menyelesaikan pekerjaannya di pagi hari.

“Di depan gerbang Kementerian Kehakiman terdapat platform seperti halnya platform di mana patung-patung kota berdiri, tetapi terbuat dari daging dan tulang. Di atas platform berdiri sebuah pilar perunggu, dan dari pilar itu tergantung kulit Nail, lengkap dan terlepas dari dagingnya dengan keterampilan yang hebat, melambai seperti bendera kemenangan. Di bagian depan platform, Anda dapat melihat dengan jelas mata kanan Nail, terbenam dalam dagingnya. Terlihat agak seperti kehambaran yang terlihat pada mata Anda sekarang. Apakah kamu tahu siapa ahli mortir itu? Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas departemen terpenting di lembaga. Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas Departemen Kebenaran dan Kreativitas.”

Kemudian dia menusukkan pisau ke perut saya dan berkata, “Anda gemetar.”


Nisa Ulil Afwah,  Penerjemah adalah Mahasiswa Magister Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tergabung dalam komunitas Rumah Dongeng Mentari Yogyakarta.

Hassan Blasim (lahir pada 1973) adalah sutradara dan penulis kelahiran Irak yang tinggal di Finlandia. Dia menulis dalam bahasa Arab. Blasim pergi ke Finlandia sebagai pengungsi pada tahun 2004 setelah mendapat masalah saat membuat film The Wounded Camera di wilayah Kurdi di Irak utara. Dia membuat empat film pendek untuk perusahaan penyiaran Finlandia Yle. Koleksi cerpennya Majnun Sahat al-Hurriyah /The Madman of Freedom Square telah lama terdaftar untuk Hadiah Fiksi Asing Independen pada tahun 2010. Pada tahun 2014, ia menjadi penulis Arab pertama yang memenangkan Hadiah Fiksi Asing Independen untuk Kristus Irak.

Cerpen ini diterjemahkan dari bahasa Inggrisnya, The Madman of Freedom Square 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.