Sastraarab.com: Aksara tanpa Batas

75

Sastraarab[dot]com: Aksara Tanpa Batas

Website Tentang Sastra Arab Berbahasa Indonesia

Sastra Arab adalah sebuah media yang memberikan wacanakesusastraan alternatif di Indonesia. Dia mencerap, mengolah,dan menyajikan khazanahkesusastraan Arab sebagai lipatan dunia tanpa batas yang khas dan bersaing di dalam narasi gagasan-gagasan manusiaIndonesia.

Senang, riang, dan gembira bertumpuk menjadi satu karena mendapat kesempatan memberikan testimoni terhadap karya mahasiswa-mahasiswi dan alumni jurusan bahasa dan sastra Arab, khususnya Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, yakni website www.sastraarab.com. Kehadirannya di jagat maya menjadi hal yang sudah sepatutnya, karena kehidupan masyarakat saat ini yang telah memasuki masyarakat jejaring (network society). Sebagaimana kita ketahui, masyarakat jejaring ini terbentuk dari adanya teknologi informasi dan menghubungkan satu individu dengan individu lainnya dalam sebuah jaringan yang tak terlihat (invisible) -tetapi nyata adanya, juga interaksi tanpa batas waktu dan batas ruang.

Sastraarab.com, sesuai dengan namanya, akan memperkenalkan sekaligus  mendekatkan masyarakat pembaca Indonesia dengan aneka sastra arab dari cita rasa, genre, bentuk ekspresi, pemikiran, wacana, dan khasanah. Sebagaimana juga tersebut dalam pernyataan website “bersaing di dalam narasi gagasan-gagasan manusia Indonesia”, perkenalan dan kedekatan ini memantik masyarakat Indonesia untuk “berlomba” menyajikan gagasan dan bentuk ekspresinya “melawan” masyarakat Arab, yang memiliki takdir geografis yang hampir sama dalam lingkaran bola bumi. Kehadiran www.sastraarab.com ini sebenarnya telah didahului dengan  aktivitas sastraarab di Instagram yang telah memiliki follower 18 ribu (2 Juni 2018-saat peluncuran websitenya). Website ini menjadi pengembangan kreatifitas online dari dunia medsos untuk menambah bobot kualitas dan keluasan ulasan dan pengunggahan karya-karya  sempurna karya sastra arab tersebut, bukan kutipan-kutipan indah saja yang bikin baper follower instagram.

Sastraarab.com memiliki keunggulan bagi pembaca sastra arab baik civitas akademika maupun khalayak umum Indonesia.

Sastraarab.com lahir dari generasi muda kekinian yakni berangkat dari aktivitas medsos Istagram yang memikat banyak follower dengan berbagai  tanggapan positif tentang dunia karya sastra Arab. Titik tolak medsos tersebut memberikan kemasan-kemasan sastraarab.com ini menjadi uptodate, ringan, dan “terikat” dengan harapan dan kesan menggoda dari followernya. Website yang demikian (uptodate, ringan, dan “terikat” dengan follower) agak susah ditemukan, karena website biasanya terjebak kepada keseriusan, artikel berat, dan berorientasi kepada redaktur website, bukan follower.

Sastraarab.com lahir dari pola pemikiran redaktur yang sebagian masih duduk dibangku kuliah dan sebagian lagi freshgraduate tingkat sarjana strata 1, yang pastinya akan berbeda dengan pola pikir para guru atau dosen mereka. Ciri khas pola pikir mahasiswa adalah  progresif, lebih terbuka, dan mampu menembus pembaca seusia. Hal ini berbeda dengan pola pikir sebagian dosen yang telah mapan dan terkadang statis dalam kenyamanan penguasaan keilmuan sastra arab, sehingga pola materi sastra bersifat “itu-itu saja” dari masa ke masa. Sastraarab.com satu sisi ingin menyajikan bacaan dari mahasiswa-i untuk mahasiswa-i, bukan dari dosen untuk mahasisa-i.

Sastraarab.com mampu menyajikan karya-karya sastra arab kontemporer yang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia seperti Munir Meyzed, Ahlam Mustaghnami, Abdurrahim Mahmoud, dan masih banyak lainnya seiring semakin ber-isi-nya website ini. Sastrawan-sastrawan baru ini sangat cocok untuk dikenalkan lewat media sastraarab.comini, karena sedikitnya referensi mengenal tokoh tersebut, dan website ini bisa menjadi pioner pengenalan sastrawan-sastrawan muda Arab bagi masyarakat Indonesia. Tentu, dialog-dialog via WA atau messengger dengan para sastrawan milenial Arab akan menjadi sajian sangat menarik dan menjadi jembatan jarak untuk mendekatkan peneliti Indonesia yang tidak berkesempatan berkunjung ke dunia Arab.

Beberapa searching saya di Google menemukan banyak sastrawan Arab yang produksi sastranya, khususnya puisi, menggunakan media Facebook, istagram, twitter. Mereka juga merekam setiap aktivitas performance nya dalam bentuk video dan diunggah di Youtube. Penelusuran dalam medsos tersebut cukup menarik karena mereka di follow dalam jumlah ribuan. Hanya lewat sastraarab.com lah, fenomena-fenomena kekinian dan update puisi-puisi arab via medsos dapat diperkenalkan kepada khalayak pembaca Indonesia. Sebagai contoh  dapat disebutkan disini  Hisyam Algakh,  Anis Chouchene,  Dalal Albaroud , Maysoon Al-Suwaidan.

Salam Sastraarab untuk para Sarabian (sebutan cantik untuk follower @sastraarabcom), dan selamat dan terima kasih untuk kerja keras para Redaktur sastraarab.com.

Moh. Wakhid Hidayat

Maguwoharjo, 3 Juni 2018

 

Sumber : https://iastudies.wordpress.com/2018/06/03/sastraarab-com-aksara-tanpa-batas/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.