Sajak-sajak Munir Mezyed: Mantra Puisi

70
foto: pinterest.com
Aku Ingin Sajak Cinta

mungkin pada suatu malam, kekasihku
akan kurasakan bagaimana menyukai
sajak yang berembus dari gemerlap nafasmu
sajak yang hendak mengepungku

merontokkon daun-daun keraguan
di mana malaikat merusak kebun ingatanku
memetik buah kesedihan dari pohonnya

cinta melepas pakaiannya untuk cinta
cinta melepas pakaiannya untuk puisi
cinta melepas pakaiannya untuk
mendoakan tubuh impian

jangan terburu-buru oh, cinta
yang melarikan diri dari tanah gelandangan
aku tak ingin malam ini menjadi terang
sebelum puisiku merampungkan semua sihirnya
di gelasku

mantra puisi

semua kata-kata haus
cahaya igauanku

puisi, kekasihku
agama bagi cinta
dan aku nabinya
di atas pohon keinginan
kudendangkan mantra-mantra
kudendangkan mimpi-mimpi air

aku ini air khayali
dituang dari lautan ilahi

akan kubuka jendela bibirmu
dengan tetes madu yang jatuh dari jiwaku
kulihat diriku impian
yang diimpi-impikan puisi
yang ditenun mantra-mantra air

pada nafas cahaya ilahi
yang bersembunyi di balik air
akan kupancing impian yang terkurung itu
dan kutenun menjadi mantra suci

 

Munir Mezyed, adalah penyair kelahiran Palestina yang diaspora ke Rumania, sajak-sajak di atas diterjemahkan langsung dari salah satu buku puisinya yang berbahasa arab; al-Sihr al-Mu’attaq bi nâr al-‘Isyq, puisinya eksistensialis, ia disebut sebagai satu-satunya pionir dalam pembaharu puisi modern.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.